SAMARINDA – Menjelang pergantian hari ke 229 di tahun 2025 suasana pelataran Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa Samarinda penuh dengan keheningan, peserta dan tamu undangan Apel Kehormatan dan Renungan Suci tampak mulai hadir sejak pukul 23.00 WITA di lokasi pelayaran upacara yang terletak di Jalan Pahlawan kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu ini.
Tepat pukul 23.58 WITA, Sabtu (26/8/2025) Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmad Nugraha S.IP M.Sc sebagai Inspektur Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci memasuki tempat upacara.
Diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci oleh Inspektur Upacara, mengheningkan cipta dan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan.
Dengan peserta upacara lebih kurang 150 personel TNI-Polri, Satpol PP baris tanpa ada sedikit katapun keluar dalam Renungan Suci yang penuh makna dan sakral sebagai rangkaian dalam memperingati HUT Ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2025 itu. Diawali dengan penghormatan kepada pejuang yang gugur memperjuangkan kemerdekaan yang diraih 80 tahun silam.

Diantara barisan peserta upacara tampak Gubernur Kaltim H.Rudi Mas’ud, Wakil Gubenur Kaltim H.Seno Aji, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Dr. Supardi, Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, Kabinda Kaltim Brigjend TNI Priyanto Eko Widodo, Kapok Sahli Dam VI/MLW, Brigjend TNI Deni Sukwara, Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim YM. Nyoman Gede Wirya, Danlanud Dhomber Kaltim Kolonel pnb Fata Patria, Walikota Samarinda Andi Harun dan Wakil Walikota Samarinda Saefuddin Zuhri.

Usai prosesi utama, inspektur upacara bersama jajaran pejabat dan seluruh peserta mendekati pusara para pahlawan yang di atasnya telah dinyalakan lilin sebagai simbol abadi perjuangan yang tak pernah padam, sekaligus pengingat bagi generasi penerus untuk terus menjaga nilai-nilai kemerdekaan.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji seusai apel menyampaikan ada yang harus diingat bagi generasi penerus adalah adanya pengorbanan para pahlawan yang telah mendahului kita dan kita akan selalu mengingat serta akan melanjutkan perjuangan mereka di masa kita saat ini.
“Saat sekarang tantangan kita dalam melanjutkan perjuangan berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pendahulu kita, saat sekarang kita harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kalimantan Timur, baik itu hak hidup yang layak, pendidikan yang terjamin dan ekonomi yang lebih baik, layanan kesehatan tanpa beban,” jelas Seno Aji.
Menurutnya semua masyarakat Kalimantan Timur punya peluang yang sama dalam mengisi kemerdekaan untuk maju. “80 tahun Indonesia merdeka ini adakah anugerah sekaligus amanah. Ayo kita maknai kemerdekaan ini penuh dengan rasa syukur, kerja nyata dan semangat gotong royong dan persatuan dalam membangun Kalimantan Timur,” pungkasnya.(mn)
![]()

