BANYUWANGI – Dari namanya, Glenmore lebih cenderung menunjukkan kata yang berasal dari bahasa asing ketimbang dari Indonesia. Namun, Glenmore sendiri sebetulnya adalah sebuah kecamatan di Provinsi Jawa Timur.
Lokasinya yang berada di Kabupaten Banyuwangi ini menawarkan panorama hijau, udara sejuk, dan sejarah unik. Kawasan ini berada di ketinggian sekitar 372 meter di atas permukaan laut.
Nama Glenmore berasal dari Skotlandia atau Irlandia, dengan sejarah migrasi Katolik Skotlandia pada abad ke-18. Mereka membangun pemukiman di Banyuwangi yang jejaknya masih tersisa hingga kini.
Pada awal abad ke-20, kawasan ini memiliki perkebunan tembakau bernama Glenmore milik Ros Taylor. Luas wilayah Kecamatan Glenmore mencapai 368,89 kilometer persegi.
Dan mulai 11 Agustus hingga 30 September 2025, KA Pandanwangi menambah enam perhentian baru di sini. Stasiun Glenmore menjadi salah satu titik yang kini dilayani kereta api tersebut.
Penambahan perhentian merupakan respons atas penutupan jalur nasional di kawasan Gumitir. Akses wisatawan dan masyarakat menuju Banyuwangi dan Jember kini menjadi lebih mudah.
Selain Glenmore, KA Pandanwangi juga berhenti di Ledokombo, Sempolan, Garahan, Sumberwadung, dan Argopuro. Jalur ini menghadirkan panorama hijau yang memanjakan mata selama perjalanan.
Glenmore memiliki potensi wisata, pertanian, dan perkebunan yang saling mendukung. Sentra ekonomi kakao, kopi, dan hortikultura juga menjadi bagian dari kawasan ini.
Perkebunan Kendenglembu menghasilkan kakao edel berkualitas ekspor untuk pasar Eropa. Hasil olahannya telah merambah Swiss, Prancis, dan Inggris.
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Glenmore pada 2023 mencapai 78.397 jiwa. Mereka tersebar di tujuh desa dengan kekuatan utama di sektor pertanian dan wisata.
“Glenmore punya kekuatan wisata yang khas Indonesia dari bentang alam, kekayaan perkebunan, hingga cerita sejarah yang melekat di masyarakatnya. Dengan tambahan perhentian ini, kami berharap semakin banyak orang bisa mengakses berbagai destinasi menarik di kawasan ini, seperti Umbul Bening hingga Doesoen Kakao,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba, Minggu (10/8/2025).
Destinasi seperti Umbul Bening dan Doesoen Kakao dapat ditempuh beberapa menit dari stasiun. Umbul Bening menawarkan kolam luas, seluncuran, dan fasilitas keluarga yang nyaman.
KAI memastikan penyesuaian perjalanan telah dikoordinasikan dengan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub. Tiket tersedia di loket stasiun maupun aplikasi Access by KAI.
![]()

