KUTAI TIMUR – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutai Timur mengirimkan 2 atlet junior untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Paralayang Cakrawala Nusantara seri 2 di Bukit Sultan, Kabupaten Paser, 8-10 Agustus 2025. Namun, pengiriman atlet ini dilakukan tanpa dukungan anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur.

Ketua FASI Kutai Timur, Ninda Adisti, mengatakan, kurangnya peralatan dan perlengkapan serta belum adanya kepastian dukungan anggaran dari KONI Kutim menjadi kendala utama sehingga hanya bisa mengirimkan 2 atlet junior. Kedua atlet telah berangkat dari Sangatta pada Minggu (3 Agustus 2025) untuk berlatih dan mengenali karakteristik venue.

“FASI Kutai Timur berharap ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan kepada organisasi yang tepat agar pembinaan olahraga dirgantara dapat berkembang pesat dan terjadi kolaborasi konkret untuk Kutim Hebat,” ujar Ninda.

Ninda menjelaskan, intensitas FASI Kutim dalam mengirim atlet ke berbagai event merupakan bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII di Paser. Kabupaten Paser akan mempertandingkan paralayang sebagai salah satu cabang unggulan.

Di sisi lain, dalam konfirmasi melalui telepon, Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, mengaku belum menerima pemberitahuan resmi mengenai kegiatan FASI tersebut. Ia menyatakan hingga saat ini belum ada komunikasi dari cabang olahraga FASI terkait rencana kegiatan di Berau.

“Sampai saat ini malah kami belum ada pemberitahuan dari cabornya. Belum ada, belum pernah ada nemuin saya. Jadi malah saya enggak tahu kalau ada jadwal itu,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan bahwa proses pencairan anggaran pembinaan cabor masih dalam tahap verifikasi di Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora). Meskipun nilai anggaran sudah ada dan pemberitahuan telah diterima, KONI Kutim masih menunggu proses kelengkapan persyaratan.

“Untuk saat ini proses pencairan masih tahap proses di Dispora, tahap verifikasi. Kami masih menunggu proses. Nilainya sudah ada, pemberitahuan sudah ada,” jelasnya.

Terkait dukungan untuk atlet yang sudah berangkat, Rudi menegaskan bantuan akan diberikan berdasarkan permohonan resmi yang diajukan cabor. Ia meminta agar atlet menyimpan bukti-bukti pengeluaran untuk keperluan pertanggungjawaban.

“Intinya kalau mereka bermohon dan kami pelajari, sementara anggaran kami sudah masuk, ya kami pasti salurkan ke semua cabor. Masalah nilainya kan kami akan melihat kelayakannya,” ujarnya.

Ketua KONI Kutim ini menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara cabor dengan KONI dalam perencanaan kegiatan. Ia menyayangkan masih ada cabor yang memberitahu rencana kegiatan secara mendadak.

“Harusnya kan semua itu kan ada perencanaan. Kita aja untuk anggaran 2026 kita sudah nyusun, sudah komunikasi dengan pihak Dispora, sudah kita komunikasi dengan pihak Bappeda,” tegasnya.

Untuk diketahui, Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara seri 2 ini diselenggarakan sebagai persiapan atlet menuju berbagai kompetisi nasional dan internasional, termasuk Porprov Kaltim VIII yang akan mempertandingkan paralayang sebagai cabang unggulan di Kabupaten Paser.(Q)

Loading