KUTAI TIMUR – Pelatihan dasar Satuan Pengamanan (Satpam) Kualifikasi Gada Pratama angkatan ke-53 tahun 2025 resmi dibuka oleh PT. Tri Setia NawaSena pada Rabu, 6 Agustus 2025, di Gedung Olahraga (GOR) Kudungga, Kutai Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai daerah, baik dari wilayah Kutai Timur seperti Muara Wahau dan Telen, hingga dari luar daerah seperti Makassar dan Pulau Jawa.
Pelatihan ini akan berlangsung selama dua pekan, dari tanggal 6 hingga 19 Agustus 2025. Para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari perusahaan-perusahaan maupun dari kalangan umum, dan akan menjalani serangkaian pelajaran teori serta praktik yang berkaitan dengan tugas pokok profesi Satpam.
Direktur PT. Tri Setia NawaSena, Galih, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya serius perusahaannya dalam mencetak personel Satpam yang profesional dan tersertifikasi. “Jumlah peserta kali ini sekitar 40 orang. Mereka datang dari berbagai daerah, dan tidak hanya dari perusahaan, tapi juga dari masyarakat umum yang ingin menekuni profesi Satpam secara profesional,” ujarnya.
Pelatihan ini akan dibimbing oleh dua pelatih dari Polres Kutai Timur, serta beberapa instruktur internal dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang sudah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Materi pelatihan meliputi berbagai hal mendasar seperti tugas pokok Satpam yaitu Turjawali (pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli), serta pelatihan baris berbaris, bela diri, kemampuan kepolisian terbatas, interpersonal skill, dan lain-lain,” tambah Galih.
Upacara pembukaan pelatihan dipimpin oleh AKP Rina Dwi, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, AKP Rina membacakan amanat dari Dirjen Polda Kaltim. Ia menyampaikan permohonan maaf karena Kasubdit Satpam yang seharusnya hadir tidak dapat datang karena adanya kegiatan lain di Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Dirjen Polda Kaltim mengapresiasi PT. Tri Setia NawaSena atas komitmennya dalam meningkatkan kompetensi anggotanya melalui pelatihan dasar Gada Pratama ini. Ia menekankan pentingnya peran Satpam sebagai bagian dari sistem keamanan swakarsa yang diatur dalam Perpol Nomor 4 Tahun 2020.
”Satpam bukan hanya petugas penjaga, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung dan pengayom lingkungan kerjanya dari potensi gangguan keamanan. Tugas ini tidak ringan, karena gangguan keamanan dapat berdampak besar pada operasional perusahaan dan bahkan memicu PHK massal yang berimbas pada perekonomian,” ujarnya.
Dirjen juga menekankan kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan. Ia berharap para peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga aktif dalam proses belajar, bertanya, dan menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi.
“Tiga hal penting yang saya tekankan kepada peserta pelatihan: pertama, ikuti pelatihan dengan serius dan disiplin; kedua, aktiflah bertanya untuk mengembangkan pengetahuan; dan ketiga, jangan merasa terpaksa. Jadikan pelatihan ini sebagai kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan,” tegasnya.
Kepada para instruktur dan panitia, Dirjen juga meminta agar menjalankan tugas pelatihan dengan penuh tanggung jawab agar program berjalan sesuai rencana dan mencapai hasil maksimal. Ia menutup sambutan dengan harapan agar pelatihan ini bisa menjadi bekal awal yang kuat bagi para Satpam dalam menjalankan tugas di lapangan.
Dengan resmi dibukanya pelatihan dasar Satpam angkatan ke-53 ini, diharapkan para peserta dapat menjadi personel Satpam yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan profesional dalam menjaga keamanan di lingkungan kerjanya masing-masing.(Ty)
![]()

