‎‎KUTAI TIMUR – Desa Suka Maju, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, terus mengembangkan potensi lokalnya melalui sektor pariwisata. Salah satu inovasi desa yang kini menarik perhatian adalah pengembangan Embung Wisata Banyu Langi, yang berhasil masuk nominasi dalam ajang Desa Wisata Pemula tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

‎Kepala Desa Suka Maju, Muhammad Usman menyampaikan embung tersebut awalnya dibangun sebagai penampungan air hujan yang difungsikan untuk mendukung kebutuhan pertanian warga. Namun dalam beberapa tahun terakhir, embung ini disulap menjadi destinasi wisata dengan konsep alam terbuka.

‎”Embung Banyu Langi kami kembangkan menjadi wahana wisata air, seperti perahu bebek dan pemancingan. Selain itu, kami lengkapi dengan fasilitas tempat bermain anak, panggung hiburan, dan warung UMKM yang dikelola warga,” terang Usman, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, pada Senin, 4 Agustus 2025.

‎Luas lahan yang dikelola untuk kawasan wisata ini mencapai 7,8 hektare. Pengelolaannya melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pemerintah Desa bertanggung jawab atas kebijakan pengembangan, sementara operasional sehari-hari dijalankan oleh Pokdarwis yang dibentuk secara partisipatif.

‎Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pariwisata turut mendukung pembangunan fasilitas di lokasi ini. Salah satu bentuk dukungannya adalah pembangunan penginapan bergaya glamping atau glamour camping yang mulai dikerjakan sejak 2023 dan ditargetkan rampung pada 2025.

‎“Glamping itu bagian dari dukungan Pemkab. Harapannya bisa menarik wisatawan dari luar daerah, bukan hanya warga lokal,” ujar Usman.

‎Meski sempat menemui tantangan di awal, termasuk pro dan kontra dari masyarakat terkait pemanfaatan embung sebagai objek wisata, kini dukungan warga terus tumbuh. Banyak masyarakat setempat yang mulai merasakan dampak positif, terutama dari meningkatnya aktivitas ekonomi seperti warung makan dan penyewaan wahana.

‎”Awalnya memang ada yang ragu, tapi sekarang sudah mulai kelihatan manfaatnya. Pengunjung banyak, warga mulai jualan, dan anak-anak muda juga aktif bantu kelola. Bahkan, gaya hidup masyarakat mulai berubah, lebih terbuka dan kreatif,” tambahnya.

‎Masuknya Embung Wisata Banyu Langi sebagai salah satu nominasi desa wisata pemula terbaik di Kaltim dinilai sebagai pengakuan atas upaya kolektif pemerintah desa dan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Usman berharap, ke depan wisata ini dapat terus dikembangkan dengan dukungan lintas sektor.

‎”Tujuan kami bukan hanya soal wisata, tapi juga menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan menjadikan desa ini maju sesuai namanya, Suka Maju,” pungkasnya. (RH)

Loading