Dr. Hartono, S.H.I., M.S.I., C.LL., C.HP., C.QM., C.PS., C.IP., C.MTr

Sekretaris Majelis Ta’lim Al Ihsan & Direktur Lingkar Masyarakat Madani (LMM)

USIA 32 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah majelis ta’lim untuk terus eksis dan istiqamah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Selama lebih dari tiga dekade, majelis ta’lim ini telah menjadi wadah pembinaan rohani, tempat berkumpulnya umat untuk menuntut ilmu, mempererat ukhuwah, dan memperkokoh keimanan di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Dengan penuh syukur dan kebahagiaan, kami sampaikan bahwa kegiatan pengajian bulanan yang dilaksanakan secara rutin telah menjadi momentum spiritual yang sangat dinantikan oleh ribuan jamaah.

Tepatnya pada bulan Juli 2025 pengajian dilaksanakan di Masjid Al Amin Ds. Wanasari Kec. Muara Wahau Kab. Kutai Timur menghadirkan penceramah Hj. Elvy Ni’mah Hamidah Hanum, S.Ag., M.Pd.I pengasuh PP Al As’ariyah Tambak Beras Jombang. Begitu antusiasnya jamaah, tidak kurang lebih 3.000 jamaah dari berbagai lapisan masyarakat dari kalangan ibu rumah tangga, pelajar, pemuda, anak-anak, apparat, ormas hingga para professional dari tiga kecamatan yakni Muara Wahau, Kongbeng dan Telen. Mereka datang dengan satu tujuan: menuntut ilmu, menguatkan iman, dan mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana yang penuh berkah.

Kegiatan pengajian ini tidak hanya menjadi tempat untuk menimba pengetahuan agama, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang menghidupkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Jamaah hadir dari berbagai penjuru, sebagian bahkan menempuh jarak yang tidak dekat, namun tetap istiqamah hadir karena cinta mereka terhadap ilmu dan kerinduan akan nasihat para alim ulama. Setiap sesi pengajian dikemas secara menarik dan menyentuh hati. Para penceramah yang dihadirkan berasal dari kalangan ustaz, kiyai, dan dai nasional yang memiliki kapasitas keilmuan serta pendekatan dakwah yang membumi.

Jumlah kehadiran jamaah yang konsisten mencapai ribuan orang setiap bulan bukan hanya sebuah angka statistik, melainkan cerminan nyata bahwa “majelis pengajian ini telah menjadi oase spiritual bagi umat” di tengah hiruk-pikuk dan kepenatan kehidupan duniawi. Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat dan kesibukan hidup yang kian menyita waktu, kehadiran para jamaah dengan penuh kerinduan menjadi bukti bahwa fitrah manusia tetap haus akan cahaya ilmu dan ketenangan hati yang hanya bisa diperoleh dalam majelis zikir dan ilmu.

Bagi sebagian besar jamaah, majelis ini bukan sekadar tempat untuk mendengar tausiah, tetapi tempat kembali, tempat di mana hati yang gersang kembali disirami oleh nasihat para ulama, tempat di mana keimanan yang sempat redup kembali dinyalakan. Di sinilah mereka menemukan keteduhan sejenak melepaskan beban dunia, menyatukan hati dalam dzikir, memperbaharui niat, dan memperkuat tekad untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Atmosfer kebersamaan yang tercipta dalam setiap majelis menumbuhkan rasa ukhuwah Islamiyah yang hangat, halus serta tulus. Jamaah tidak lagi melihat perbedaan usia, status sosial, atau latar belakang. Semua datang dengan semangat yang sama: ingin mendekat kepada Allah, ingin menjadi pribadi yang lebih baik, dan ingin membawa pulang hikmah untuk diamalkan di tengah keluarga dan masyarakat.

Kami sepenuhnya menyadari bahwa keberlangsungan kegiatan pengajian ini tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan banyak pihak. Di balik setiap majelis yang berjalan dengan tertib dan penuh keberkahan, ada doa-doa tulus dari para jamaah, ada tangan-tangan ikhlas dari relawan “team kopi Baitul Arifin”, Banser, PSHT, DKM Ar Raudho SMAN 2 Muara Wahau dan panitia yang bekerja tanpa pamrih, ada dukungan dari para donatur yang terus mengalirkan rezeki untuk mendukung segala keperluan kegiatan, serta ada kesadaran kolektif dari jamaah yang senantiasa menjaga adab, kebersihan, dan ketertiban selama acara berlangsung.

Semangat gotong royong dan keikhlasan inilah yang menjadi fondasi kuat majelis ini bertahan hingga saat ini. Tanpa mereka, pengajian bukan hanya akan kehilangan struktur, tetapi juga kehilangan ruhnya yaitu ruh kebersamaan dalam mencari ridha Allah SWT. Maka dari itu, kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada seluruh pihak yang telah membersamai perjalanan ini. Semoga setiap langkah kaki menuju majelis ini, setiap senyum yang diberikan, setiap tenaga yang dicurahkan, dan setiap rupiah yang disumbangkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat.

Loading