BANYUWANGI – Selama 2,5 tahun awal menjadi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani fokus pada penanganan pandemi Covid-19 beserta dampaknya.
Di masa pandemi Covid-19, pemerintah pusat mewajibkan semua pemerintah daerah untuk merealokasi anggaran untuk penanganan pandemi. Anggaran yang sedianya untuk pembangunan dialihkan guna menangani pandemi dan dampaknya.
Di tengah realokasi anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memutuskan untuk menangani kebutuhan dasar warga seperti beasiswa, bantuan uang saku siswa, bantuan sosial, bantuan UMKM, perbaikan fasilitas kesehatan serta insentif tenaga kesehatan, dan sejenisnya.
“Masa pandemi Covid-19 memang penuh tantangan. Kami lebih fokus pada penangan pandemi, serta pemulihan ekonomi. Kami lebih fokus pada kebutuhan dasar warga,” ujar Ipuk saat bertemu dengan ratusan warga Perkebunan Kalikempit, Minggu (13/10/2024) malam.
Meski demikian, pada 2021- 2022 tetap ada pembangunan insfrastruktur, namun tidak semasif 2023 hingga saat ini.
Sejak 2023, pengerjaan insfratruktur fisik secara masif dilakukan. Tahun 2023 dilakukan pembangunan dan perawatan jalan di 1.965 titik dan 65 jembatan. Sementara pada tahun ini terdapat 1.588 titik dan 38 jembatan.
“Contoh di sekitar perkebunan ini, sudah tuntas tiga titik. Ke depan kami terus memperluas titik sasaran pembangunan jalan di kawasan-kawasan lain, sehingga semua merata,” kata Ipuk disambut tepuk tangan meriah warga.
Politisi PDI Perjuangan itu juga berkomitmen untuk terus memasifkan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur jalan meliputi pengaspalan hotmix dan pavingisasi. Sementara jembatan dibangun dengan konstruksi gender dan konstruksi beton yang lebih kokoh.
“Ke depan akan terus kami masifkan karena infrastruktur penting untuk menunjang dan memperlancar mobilitas warga, sehingga dapat meningkatkan dampak ekonomi,” terangnya.
![]()

