BANYUWANGI – Kesehatan menjadi program prioritas Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Selama menjabat bupati periode pertama melalui program Jemput Bola warga sakit, di mana tenaga kesehatan turun kemasyarakat untuk merawat dan mengobati warga yang sakit.
Warga tidak perlu datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk berobat. Tenaga kesehatan dari puskesmas maupun rumah sakit secara rutin melakukan pemeriksaan terutama lanjut usia, ibu hamil beresiko tinggi, anak stunting.
Selama menjabat sejak 2021 hingga 2024 telah terdapat sekitar 10.818 warga yang telah mendapat layanan jemput bola.
“Layanan jemput bola warga sakit akan dipermudah prosesnya. Warga sakit, yang tidak memiliki kemampuan untuk datang ke puskesmas atau rumah sakit, bisa segera menghubungi call center 112, atau menghubungi petugas kelurahan atau desa,” ujar Ipuk belum lama ini.
Selain jemput bola, Ipuk juga memperkuat sisi tenaga kesehatan dan teknologi peralatan kesehatannya.
“Melengkapi 45 puskesmas se-Banyuwangi dengan USG untuk memantau kehamilan para ibu. Secara rutin, juga kami datangkan dokter ahli kandungan untuk memeriksa pasien di Puskesmas,” beber Ipuk.
“Saat ini Banyuwangi telah terintgrasi RSUD dengan seluruh puskesmas, sehingga sistem rujukan bisa cepat. Begitu pasien di puskesmas dirujuk, di RS sudah terkonfirmasi dengan segala detilnya,” terang Wanita berkaca mata tersebut.
![]()

