Oleh: Dr. Hartono
(Alumni PPKP Ribatul Khail Tenggarong dan Direktur Lingkar Masyarakat Mandai)

 

Dalam perjalanan hidup, kita sering menemukan oase di tengah padang pasir kehidupan. Baru-baru ini, saya berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Ilmu Al Quran Miftahul Ulum (PPIQ Miftahul Ulum) di Tenggarong. Kunjungan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang peran pendidikan Islam dalam membentuk generasi masa depan.

Di PPIQ Miftahul Ulum, saya bertemu kembali dengan Kiyai Hamzah Arfa, guru saya di Pondok Pesantren Ribatul Khail Tenggarong (PPKP Ribatul Khail). Beliau bukan hanya mengajarkan ilmu Al-Quran, tapi juga prinsip hidup, integritas, dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Pertemuan ini mengingatkan saya akan pentingnya transmisi nilai-nilai luhur dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Yang menarik perhatian saya adalah kehadiran guru-guru muda yang penuh semangat dan visioner. Meski usia PPIQ Miftahul Ulum baru empat tahun, lembaga ini telah menunjukkan perkembangan pesat. Santrinya berasal dari berbagai penjuru Kalimantan Timur, menandakan daya tarik dan kualitas pendidikannya.

Program-program unggulan pesantren ini mencakup penguasaan ulumul quran, kitab kuning, seni hadroh, muhadoroh, dan pramuka. Prestasi-prestasi yang diraih santri membuktikan efektivitas metode pengajaran yang diterapkan. Ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan Islam tradisional dapat berjalan selaras dengan tuntutan zaman modern.

Pembangunan fisik pesantren juga terus berkembang, meliputi sarana-prasarana pondok, fasilitas makan, layanan kesehatan, asrama, hingga pembangunan masjid. Hal ini menunjukkan komitmen pengelola dalam menyediakan lingkungan belajar yang kondusif bagi para santri.

Keberhasilan PPIQ Miftahul Ulum adalah hasil dari visi almarhum Ustad Imam Wahyudi yang diteruskan dengan baik oleh para penerusnya. Ini membuktikan bahwa kesinambungan visi dan misi dalam sebuah lembaga pendidikan sangatlah penting.

Pengalaman ini membuat saya merefleksikan peran penting pesantren dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, pesantren seperti PPIQ Miftahul Ulum menjadi benteng pertahanan nilai-nilai moral dan spiritual, sekaligus menjadi tempat pembentukan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman.

Sebagai penutup, saya berharap semoga PPIQ Miftahul Ulum dan lembaga-lembaga serupa dapat terus berkembang, menjadi mercusuar ilmu dan akhlak bagi masyarakat. Semoga Allah SWT meridhai upaya mulia para pendidik dan pengelola pesantren ini. Aamiin.

Loading