TANAH GROGOT – Siapa yang tak kenal Hj. Syarifah Masitah Assegaf mantan wartawati di Kalimantan Timur yang sukses menempuh karier di dunia Politik. Selain pernah duduk sebagai anggota legislatif di Karangpaci Samarinda, berhasil menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Paser periode 2021-2024 mendampingi dr. Fahmi Fadli yang diusung PKB dan Golkar.
Syarifah Masitah Assegaf yang mengabdi di Golkar hampir 15 tahun, dengan diamanahi jabatan Wakil Bupati Paser periode 2021-2024, di organisasi partainya menduduki wakil Ketua DPD Golkar Kaltim, juga diamanahi sebagai ketua KPPG Kaltim, wakil ketua Kosgoro, dan Wakil ketua MKGR. Namun pengabdian yang lama pun tumbang ditebang semena-mena dengan cara rendah atas konspirasi politik yang dinilai sebagian oleh pendukungnya merupakan tindakan yang sangat brutal.
Cukup mengejutkan justru rekomendasi dan dukungan dari Partai berlambang pohon beringin ini lari ke Bupati Petahana dr Fahmi Fadli dengan menggandeng ketua DPC Golkar Paser Iwan Antasari merupakan sepupu dari bupati Fahmi, yang kader satu partai dari Syarifah Masitah.
Rekomendasi dan dukungan Golkar ke dr. Fahmi Fadli dengan menggandeng Iwan Antasari, tidaklah membuat pejuang militan yang tangguh pantang menyerah berpangku tangan menerima keadaan, tetapi Syarifah Masitah yang telah malang melintang dalam dunia politik selama 25 tahun, membuatnya tidak terpuruk dan goyah bahkan semakin tangguh dan melebarkan sayap dukungan.
“Dalam dunia politik kami tentu sudah dipersiapkannya jauh hari, karena dalam kalkulasi politiknya selalu ada plan A, B dan C sehingga sehari setelah rekom GOLKAR diambil orang lain, namun dengan hitungan hari dukungan banyak pihak bangkit yang datang,” ucap Syarifah Masitah.
Banyaknya dukungan masuk baik dari warga masyarakat maupun partai politik menunjukkan bukti Syarifah Masitah mempunyai eksistensi dan jati diri cukup diakui. Bahkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono langsung menyerahkan surat dukungannya kepada pasangan Syarifah Masitah Assegaf – Denny Mappa, salah seorang pengusaha, pada Kamis (8/8/2024).
Kelihatannya kejutan di injuri time ini akan berlanjut dengan digadangkan merapatnya partai banteng PDIP, bahkan Partai Gerindra dan Nasdem bakal merapat.
Tidak keluarnya rekomendasi dari partai dengan warna dasar kuning ini kepada Syarifah Masitah, muncul bentuk kekecewaan dan Kemarahan terhadap Keputusan Partai Golkar, mereka serempak membuka, merobek, Mencabut, bahkan membakar Baliho bergambar Rudy mas’ud Ketua DPD Golkar Kaltim bersama Masitah yang sudah terpasang di 139 desa dan 5 kelurahan. Bahkan banyak dari kader bawah meminta Masitah tutup buku di partai Golkar dan pindah Partai lain yang lebih menghargai keberadaannya.
Menanggapi hal ini Masitah hanya tersenyum ,”Saya konsen dulu melengkapi rekom dari partai lain agar siap berlayar, urusan Golkar itu belum terlalu saya pikirkan, politik itu dinamis sepersekian detik semua bisa berubah, yang pasti jika akhirnya terjadi head to head seperti prediksi banyak pihak, tentu kita akan bertarung,” ucap Masitah kepada berandaindonesia.id, Kamis, (15/8/2024).
Menurut Masitah, dirinya maju sebagai calon Bupati bukan hanya untuk sebuah jabatan tapi lebih banyak kepada upaya melakukan perubahan di kabupaten Paser. “Apalagi menjadikan Paser sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang lebih hebat dan lebih dikenal lagi dimasa mendatang perlu tangan-tangan dingin menanganinya, bukan hanya sekadar kekuasaan,” tandasnya.
Sementara itu Ade Muryono Tokoh masyarakat Paser menyampaikan bakal calon bupati Kabupaten Paser dapat memanfaatkan surat dukungan dengan maksimal.
Menurut Ade Muryono selama ini yang dia tahu aturan di PPKPU tidak ada larangan berpasangan dengan keluarga dalam kontestasi Pilkada, yang ada hanya etika berpolitik.
Ade menyampaikan angkat topi dengan Masitah Assegaf yang memberikan arahan ke konstituen agar tetap tenang, jangan sampai ada konflik di arus bawah atas konflik di DPP. “Saya angkat topi ke beliau yang sangat mendinginkan hati konstituen dibawah, beliau pasang badan agar yang ribut di tubuh organisasi Golkar dirinya saja,” pungkas Ade.(mn)
![]()

