KUTAI TIMUR – Kumpulkan 9 kursi sebagai bekal, Partai Gerindra dan Demokrat Kutim secara resmi mengumumkan membentuk Koalisi Kutai Timur Maju 2024 untuk menyongsong Pilkada 2024. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor DPC Demokrat, Senin (29-07/2024) malam.

Dikonfirmasi seusai kegiatan, 2 Ketua DPC yang baru saja mendeklarasikan koalisi secara kompak tidak menyebutkan secara terang paslon yang bakal diusung dalam Pilkada 2024 mendatang. Baik dr. Novel Tyty Paembonan maupun Ordiansyah hanya menyimpulkan bahwa calon dari Kutim lah yang bakal diusung.

Mengenai kemungkinan adanya kader lain dari masing-masing partai yang telah membangun koalisi ini yang bakal maju menjadi pasangan calon, keduanya hanya mengamini adanya kemungkinan tersebut. Menurut mereka, hasil survey lah yang bakal menjadi penentu siapa paslon yang bakal diusung.

“Nanti hasil survey yang menjawab. Kami ingin merubah mindset masyarakat, bahwa dalam memilih pemimpin, harus yang benar-benar visioner,” tegas Ketua DPC Partai Gerindra, dr. Novel Tyty Paembonan.

Menambahkan, Ketua DPC Demokrat Kutim, Ordiansyah, menyampaikan bahwa Demokrat tidak sembarang memilih dan tentunya akan mendorong kader yang terbaik untuk maju menjadi pemimpin. Tentunya yang memahami kondisi Kutim dengan baik.

“Sebagai Partai bagi anak muda yang penuh dengan semangat, memiliki pengetahuan dan wawasan, kami tidak akan sembarang memilih. Tentunya yang terbaik dari yang terbaik yang akan kami berikan untuk mengabdi pada masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya dalam press release tersebut, Ordiansyah menegaskan bahwa koalisi ini dibangun berdasarkan kondisi terkini di Kutim yang dirasa pembangunan yang dilakukan belum selaras dengan besaran APBD dan juga kekayaan daerah yang dimiliki. Ordi pun menegaskan dengan kondisi tersebut, belum ada dampak positif besar yang dirasakan oleh masyarakat.

“Kutim adalah daerah paling kaya, namun perkembangan terakhir pembangunan yang kita rasakan belum memuaskan dan belum ada perbaikan signifikan. Demokrat menyebut ini sebagai kemunduran dan Gerindra menyebutnya sebagai kecenderungan stagnasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan pemerintahan yang kuat, yang dapat menyelaraskan antara visi dan misi pembangunan di pusat dan di daerah. Dirinya juga menegaskan bahwa Koalisi Kutai Timur Maju 2024 mengusung gagasan yang pro rakyat yang dituliskan dalam butir-butir kesepakatan bersama.

Kesepakatan tersebut menurut Ordi mengarah pada swasembada pangan, ekonomi hijau, pembangunan infrastruktur sampai ke desa, pengembangan industri kreatif, sains, kesetaraan gender, hingga penguatan peran pemuda dan disabilitas. Hal ini bertujuan untuk peningkatan pembangunan desa yang mengarah pada pembangunan nasional.

“Koalisi dibangun berdasarkan gagasan. Kesepakatan ini akan jadi dasar kerja yang akan didorong oleh Koalisi Kutim Maju di Pilkada 2024-2029. Koalisi ini sangat terbuka untuk kepentingan masyarakat umum, kami membuka diri,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya dalam pembukaan pendaftaran Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Kutim yang dibuka oleh Demokrat beberapa waktu lalu, politisi dari DPC Partai Gerindra David Rante diketahui mendaftarkan diri sebagai Bacalon Wakil Bupati. Sedangkan DPC Demokrat sendiri terlihat kukuh bakal mengusung Legislator DPR RI asal Kutim yang akrab dipanggil Irwan Fecho. (Q)

Loading