KUTAI TIMUR – Satu tahun berjalan, Program Polisi Peduli Anak yang digagas oleh Kapolres Kutim, AKBP Ronni Bonic, sebagai salah satu program unggulan, berbuah manis. Program tersebut menghantarkan orang nomor satu di Polres Kutim ini menerima penghargaan sebagai Kapolres Inspiratif Penggagas Program Polisi Sahabat Anak. Tak hanya Kapolres, Kasatreskrim beserta jajaran Unit PPA Polres Kutim pun menerima penghargaan senada dalam kegiatan Kak Seto Award yang dilaksanakan di Ruang Meranti, Kantor Pemkab Kutim, Selasa (21-05-2024).

Dikonfirmasi seusai kegiatan, Kapolres Kutim, AKBP Ronni Bonic, menyampaikan bahwa selain program unggulan polisi sahabat anak, Polres Kutim juga memiliki komitmen tinggi untuk menangani kasus terkait anak. Hal tersebut menurut kapolres dibuktikan dengan respon cepat dalam hal penanganan kasus yang timbul oleh personel unit PPA Polres kutim. Sedangkan program unggulan yang menghantarkannya meraih penghargaan sebagai Kapolres Inspiratif menurutnya telah memberikan sumbangih besar dengan berhasil menurunkan angka kasus permasalahan terhadap anak di wilayah Kutim.
Disebutkannya, pada Tahun 2021, Polres Kutim menangani 40 kasus terhadap anak, di Tahun 2022 jumlah kasus tersebut turun mencapai 32 kasus, dan dalam masa jabatannya di Tahun 2023, penurunan drastis terjadi, menurutnya dalam tahun dicanangkannya program unggulan tersebut hanya 14 kasus terhadap anak terjadi. Hal tersebut menurutnya merupakan bentuk keberhasilan program yang dicanangkan serta buah dari kerja keras personil Polres Kutim dalam menjalankan program unggulan tersebut.
“Kasus terhadap anak menjadi salah satu perhatian dari Polres karena terlepas dari program unggulan tersebut, Polres juga melakukan penanganan kasus-kasus yang berkaitan dengan anak. Alhamdulillah ini ada penurunan kasus. Apresiasi dalam bentuk Kak Seto Award ini juga menambah semangat kami dan tentunya dalam menjalankan tugas kami ke depan untuk memperhatikan permasalahan permasalahan terkait anak lebih baik lagi,” terangnya.
Untuk meningkatkan eksistensi Kabupaten Kutai Timur sebagai daerah yang aman dan ramah untuk anak, lanjut AKBP Ronni Bonic, Polres Kutim akan meningkatkan sinergitas lintas stakeholder serta terus menggelorakan program polisi ramah anak. Karena menurutnya, permasalahan mengenai kasus terhadap anak butuh kerja sama lintas stakeholder yang baik, serta pengembangan program lainnya yang mengarah pada perlindungan dan pemenuhan kebutuhan anak.
Polres Kutim, imbuhnya, juga terus berupaya menekan angka kasus terhadap anak semaksimal mungkin dengan program yang ada. Selain program polisi ramah anak, sosialisasi dan edukasi oleh Binmas Polres Kutim, menurut Kapolres program Jum’at Curhat juga menjadi sarana bagi Polres Kutim dalam upaya mencapai zero kasus terhadap anak. Dirinya juga menyebutkan bahwa pihaknya juga telah memetakan kecamatan rawan kasus terhadap anak.
“Kedepannya diharapkan kondisi ini terus terjaga dan Kutim menjadi rumah yang nyaman untuk semua, tidak hanya untuk anak saja tapi untuk semua,” katanya.
Sebelumnya dalam sambutan yang diberikan dalam kegiatan penerimaan penghargaan Kak Seto Award, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan atas nama pribadi dan pemerintah Kutai Timur memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan ini yang menurutnya menginspirasi bahwa perlindungan anak itu menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan di dalam pembangunan. Anak, menurut Ardiansyah adalah aset di masa yang akan datang oleh karenanya perlu secara terus-menerus diberikan perhatian.
Pemerintah Kutai Timur, terangnya, akan terus memberikan ruang kepada anak-anak dengan memberikan fasilitas yang memungkinkan anak untuk lebih segar dalam menikmati kehidupan dan tumbuh kembangnya. Bupati juga mengapresiasi Polres Kutai Timur yang sudah banyak membantu dan melindungi anak-anak anak di Kutai Timur.
“Terimakasih atas kinerja yang baik dari Polres Kutim dalam menjaga anak-anak di Kutim,” katanya. (Q)
![]()

