BONTANG – Terjadi peningkatan ODHA (orang dengan HIV-AIDS) hingga 5,39 perse. Kasus penyakit menular HIV-AIDS di Kota Bontang di perhitungan Januari – Oktober tahun 2023, yakni mencapai 140 penderita, dengan rincian HIV 112 orang dan AIDS 28 orang. Padahal tahun 2022 lalu, penderita HIV-AIDS berjumlah 133 kasus, dengan total HIV 98 orang dan AIDS 35 orang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dari Dinas Kesehatan Bontang Nurilham Ahmad membenarkan peningkatan jumlah HIV-AIDS di Kota Bontang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami terus melakukan screening untuk pendereksian dini mengenai penyebaran virus HIV-AIDS di Kota Bontang, apalagi untuk orang-orang yang mudah tertular HIV-AIDS,” ungkapnya, Kamis, 28 Desember 2023 di saat ditemui di kantornya di Bontang
Dijelaskan, pihak Dinkes Bontang akan langsung memberikan pengobatan bagi yang terdeteksi virus tersebut, untuk dilakukan pemberian ARV.
“Gunanya untuk memperkuat daya tahan tubuh penderita dan penyakit masih bisa dikendalikan baik level yang ringan ataupun yang berat,” lanjutnya.
Orang yang rentan untuk tertular HIV- AIDS, yakni ibu hamil yang memiliki penyakit Tuberculosis (TBC) bawaan, dikarenakan HIV merusak kekebalan tubuh seseorang, maka seringkali TBC juga diderita oleh penderita HIV.
“Kemudian, yang paling banyak terkena HIV-AIDS di Bontang dari kalangan laki-laki, yakni 76 persen dan 24 persen wanita,” katanya.(dado)
![]()

