LUMAJANG – Gebyar Tembakau dan Kopi menjadi upaya yang dilakukan untuk mengembangkan potensi tembakau dan kopi di Kabupaten Lumajang, serta meningkatkan nilai tambah melalui pola kemitraan.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Lumajang, Hari Susiati dalam Gebyar Tembakau dan Kopi Lumajang Tahun 2023, di Desa Kaliwungu Kecamatan Tempeh, Selasa (8/8/2023) kemarin.

Menurut Susiati, Gebyar tersebut merupakan bentuk sinergisitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dengan petani di Kabupaten Lumajang, yang pelaksanaannya termasuk dalam kalender event Kabupaten Lumajang Tahun 2023.

Adapun beberapa rangkaian kegiatan dalam gebyar tersebut diantaranya, pelatihan dan temu lapang merupakan upaya untuk meningkatkan produksi dan mengenalkan inovasi teknologi untuk mencapai pertanian maju dan petani sejahtera.

“Komoditas tembakau sebagai salah satu komoditas penghasil cukai di Indonesia yang memiliki peran penting dalam perolehan devisa negara,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, Susiati mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yang sudah banyak membantu petani tembakau di Kabupaten Lumajang, selain itu, pengusaha tembakau (Pt. Aliance One Indonesia (Aoi) dan PT. Indonesia Dwi Sembilan (Ids) yang selama ini sudah menjalin kemitraan dengan petani tembakau yang Ada di Kabupaten Lumajang.

“Saya juga berterima kasih kepada masyarakat Lumajang khususnya petani tembakau yang sudah berupaya menanam tembakau, karena tanpa mereka semua Kabupaten Lumajang tidak akan terbantukan lewat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang tiap tahun menyumbangkan untuk pembangunan di Lumajang,” ungkapnya.

Loading