Dr. Hartono
(Dosen STAIS Kutai Timur & Direktur Lingkar Masyarakat Madani)
Peristiwa hari raya idul adha bagi umat Muslim menjadi peristiwa penting untuk dilaksanakan, didalamnya ada ibadah haji menjadi rukun Islam yang wajib dilaksanakan umat Islam bagi yang mampu.
Lebih lanjut, ibadah haji menajdi ibadah yang memiliki aspek historis panjang sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai masa kenabian Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa demi peristiwa bersejarah, napak tilas perjalanan berbekal keimanan (monoteisme) sampai adanya perintah dari Tuhan perihal pengorbanan termaktub rapi didalamnya.
Atas dasar keimanan, setiap muslim menjalankan segala perintah dan larangan_Nya. Idealnya keimanan setiap kita tidak hanya nampak dan ditampakan ditempat-temapat ibadah seperti Masjid, Langgar, Surau atau tempat ibadah sakral lainya namun mustinya keimanan itu harus dibawa dalam setiap situasi dan kondisi dimanapun kita berada.
Sederhananya seperti ini, bagi seorang pemimpin-penjabat maka berimanlah dengan amanah yang telah diberikan dipundaknya, kerjakan dengan sebaik-baiknya segala wewenang dan tugas yang dimiliki dan jangan sekali-kali berbuat curang apalagi sampai dengan bertindak koruptif.
Bagi seorang guru/pendidik maka dedikatif serta profesional dalam menjalankan segala tugas yang diemban adalah bukti keimanan yang hadir. Bagi seorang petani/pekebun sera pedagang barangkali keimanan mampu hadir melalui ketekunan, kesungguhan serta kejujuran yang musti dihadirkan.
Begitulah barangkali internalisasi keimanan yang begitu dekat diri kita, dan ibadah qurban sesungguhnya juga merupakan cara bagaimana mengemban dan mempraktekan keimanan yang ada.
Melalui ibadah qurban sesungguhnya Allah juga memberi isyarat pada kita agar dalam memiliki segala hal disana ada hak-hak orang lain, ada kewajiban yang harus kita berikan kepada orang lain.
Allah memerintahkan pada kita untuk memotong rasa kepemilikan kita yang begitu besar dan berlebihan agar diberikan kepada yang berhak mendapatkanya dengan tetap berhaarap ridho_Nya.
Adapun pelaksanaan pengelolaan hewan qurban terpantau tiga tahun berturut-turut 2020-2023 sampai saat ini di Masjid Nur Ikhlas Desa Wanasari Kecamatan Muara Wahau terus menampakan profesionalitas dan kebaikan dalam pengelolaan dan distribusinya. Pada tahun ini, hewan qurban yang dipotong ada 3 ekor dengan jumlah daging 314 Kg dan didistribusikan kepada 332 rumah/keluarga yang ada di Dusun Sumber Jaya Desa Wanasari Kecamatan Muara Wahau.
Berharap, semoga hewan yang diqurbankan ditahun-tahun mendatang terus meningkat, pengelolaan dan penditribusian terus ditingkatkan, kekompakan warga-jamaah terus bersatu, maka keberkahan-kemaslahatan Insya Allah mampu kita hadirkan bersama.
![]()

