KUTAI TIMUR – 2 pelaku spesialis pembobolan toko asal Bontang berhasil dibekuk oleh Satreskrim Polres Kutim setelah berduet membobol sejumlah toko dan pangkalan LPG di 3 Kecamatan, yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Bengalon.
Dalam penangkapan tersebut, tidak hanya puluhan tabung gas LPG 5 kg dan 5,5 kg, berbagai jenis bahan pokok seperti beras kemasan 5 kg hingga 25 kg, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, kacang tanah dan uang tunai sebesar Rp 1.600.000 juga berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Kutim.
Disebutkan oleh Kasatreskrim Polres Kutim, Iptu I Made Jata Wiranegara, yang memimpin jalannya press release mewakili Kapolres Kutim, motif ekonomi menjadi dasar atas perilaku tidak bertanggung jawab para pelaku yang diketahui juga mempunyai hubungan keluarga yang erat.
“Kedua pelaku ini bersaudara, asalnya dari Bontang, spesialis pencurian dengan teknik pembobolan. Modus operandinya adalah mencari toko-toko yang tidak dilengkapi dengan perangkat keamanan yang memadai untuk kemudian mereka bobol,” terangnya, Kamis (22/06/2023).
Iptu Jata juga menyebutkan bahwa penangkapan atas pelaku tersebut didasari atas munculnya beberapa kasus pembobolan toko yang terjadi di 3 kecamatan serta merebaknya rumor terkait kelangkaan gas LPG yang meresahkan masyarakat.
Dalam penyelidikan yang dilakukan, imbuhnya, personelnya berhasil menemukan adanya rekaman CCTV di salah satu TKP yang merujuk kepada salah satu pelaku dan dalam pengembangan yang dilakukan akhirnya diketahui bahwa para pelaku berhasil menggasak puluhan tabung gas LPG berbagai jenis yang diduga turut menjadi pemicu rumor kelangkaan tabung gas ditengah masyarakat.
“Pelaku ditangkap di Sangatta. Seperti yang sebelumnya, mereka merental mobil untuk mengangkut hasil LPG curian beserta hasil kejahatan lainnya. Atas perbuatan yang dilakukan, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 dengan ancaman 7 tahun penjara,” tutupnya.(Q)
![]()

