KUTAI TIMUR – Adat Pelas merupakan salah satu bentuk budaya khas dan juga kearifan lokal di Kutim. Memahami hal tersebut, PT Indexim Coalindo hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan moril kepada warga masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasionalnya.

Pepatah Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung dipahami dan diaktualisasikan dalam aktivitas operasional PT Indexim Coalindo dengan kehadiran dan dukungan dalam kegiatan yang dilaksanakan di Desa Baay, Kecamatan Karangan tersebut.

Diutarakan Manager CSR PT Indexim Coalindo, Ditto Santoso, dukungan yang diberikan oleh perusahaan merupakan salah satu bentuk jalinan komunikasi dan relasi PT Indexim Coalindo dengan masyarakat sekitar.

“Perusahaan merupakan entitas yang menjadi bagian dari ekosistem masyarakat sekitar yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Oleh karena itu memelihara dan menjaga kearifan lokal juga merupakan hal yang penting untuk filakukan oleh perusahaan ditengah hiruk pikuk modernisasi serta era digital saat ini,” paparnya, Jum’at (19/05/2023).

Ditto juga menyampaikan bahwa kegiatan adat Pelas merupakan bentuk ungkapan syukur dari warga masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa usai mengalami kondisi kehidupan yang berat.

Hal tersebut menurutnya terlihat dari kondisi yang dialami oleh beberapa warga Desa Baay sebelumnya yang mengalami sakit berat pada beberapa anggota keluarga. Setelah kondisi tersebut dilalui, beberapa warga melakukan kegiatan adat Pelas sebagai bentuk rasa syukurnya.

“Kami terus berupaya berjalan beriring dengan masyarakat, mengembangkan potensi yang dimiliki melalui edukasi serta bergandengan tangan dalam hal menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya ditengah arus modernisasi dan juga tekhnologi informasi,” tutupnya.(*).

Loading