KUTAI TIMUR – Pojok literasi merupakan salah satu inovasi dari PT Indominco Mandiri (IMM) dalam hal edukasi kepada masyarakat terkait kegiatan pertambangan batu bara.
Melalui pojok literasi, masyarakat akan secara gamblang mengetahui aktifitas pertambangan batu bara baik secara visual maupun dalam bentuk buku, majalah ataupun jurnal yang diterbitkan dan disedikan di lokasi tersebut.
Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Tekhnik Tambang PT. Indominco Mandiri, Era Tjahya Saputra, saat dikonfirmasi secara langsung disela kegiatan yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kota Bontang, Retno Febriyanti serta Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlinawati.
“Melalui kegiatan ini, kami harap masyarakat lebih paham terkait kegiatan pertambangan, terutama yang kami lakukan. Kami terus berupaya untuk memberikan edukasi dan juga menjaga lingkungan dalam kegiatan usaha yang kami lakukan,” terang Era dalam kegiatan yang dilaksanakan belum lama ini di Perpustakaan Bontang.
Dalam kesempatan tersebut, Era juga menegaskan bahwa PT Indominco terus berupaya mewujudkan Good Mining Practice sebagai bagian dari upaya keberlanjutan perusahaan serta terus mengembangkan edukasi serta pemberdayaan terhadap masyarakat di sekitar tambang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kota Bontang, Retno Febriyanti, menyampaikan bahwa pojok literasi yang disediakan oleh PT IMM tersebut merupakan salah satu kegiatan yang memiliki manfaat positif baik bagi masyarakat maupun perpustakaan.
Pasalnya, dengan adanya pojok literasi, selain memperkaya informasi bagi masyarakat baik dalam bentuk audio visual, juga dalam hal buku bacaan terkait pertambangan. Dengan sarana yang ditawarkan, minat baca masyarakat juga akan meningkat sehingga kunjungan ke perpustakaan juga mengalami peningkatan.
“Perpustakaan saat ini bukan hanya menyediakan buku saja tetapi bagaimana perpustakaan itu menjadi pusat edukasi, informasi dan wisata, yang nantinya akan meningkatkan perekonomian di kota tersebut. Perusahaan akan kami jadikan bagaimana nanti bisa meningkatkan literasi dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Aji Erlinawati, Sekda Bontang, menekankan bahwa keberadaan perpustakaan yang representatif akan meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, namun juga pusat informasi, edukasi, serta wisata literasi.
“Ujung-ujungnya adalah masyarakat bisa lebih sejahtera dengan adanya pojok-pojok seperti ini. Tidak semua daerah punya seperti ini. Semoga masyarakat bisa tercerahkan dengan informasi-informasi yang ada di pojok literasi,” ujarnya.(Q/Ahm)
![]()

