KUTAI TIMUR – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat yakni ‘Net Zero Emission’, PT Indexim Coalindo melalui program Gerakan Cintai Bumi melakukan aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di Pantai Karang Tunjai, Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (19/3/2023) kemarin.
Kegiatan yang sejalan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan ini dilaksanakan oleh PR Indexim Coalindo dengan melibatkan Camat Kaliorang Rusnomo, Kepala Desa Selangkau Arifuddin, beserta perangkat desa, serta didukung oleh puluhan murid SDN 001 Kaliorang dan para orang tua murid.
Sejumlah 100 orang berbaur bersama di hari Minggu pagi yang dicerahi oleh sinar matahari pagi. Keriangan para pelajar sekolah dasar yang diiring suara tawa sembari bermain-main di tepi pantai menjadi keriuhan tersendiri yang menyemarakkan kegiatan aksi tanam mangrove ini.
Menurut Manajer CSR PT Indexim Coalindo, Ditto Santoso, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Indexim Coalindo, khususnya pada Pilar Lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingannya.
“PT Indexim Coalindo beserta pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi perusahaan berupaya menjadi teladan sekaligus penggerak untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah RI, yaitu Net Zero Emission pada tahun 2060,” jelasnya.
Kepala Desa Selangkau, Arifuddin, sangat mendorong pentingnya kepedulian setiap pihak terhadap lingkungan.
Menurutnya, Hutan Mangrove selain mempunyai fungsi mencegah erosi dan abrasi, juga dapat menjadi habitat atau tempat hidup, berlindung, mencari makan atau berkembang biak binatang laut. Sementara dari sisi ekonomi, mangrove juga dapat dimanfaatkan
”Selain itu, Desa Selangkau sebagai tempat yang menjadi lokasi penanaman 10.000 bibit mangrove juga memiliki kekayaan alam berupa pantai yang harus dijaga kelestariannya,” ujarnya.
Senada dengan pernyataan tersebut, Camat Kaliorang, Rusnomo, yang membuka secara resmi aksi tanam 10.000 mangrove ini juga menggaris bawahi pentingnya aspek edukasi lingkungan.
“Ini juga menjadi bagian dari edukasi lingkungan khususnya bagi para pelajar dan masyarakat umumnya yang dapat dikemas dalam bentuk kegiatan wisata. Harapannya mereka juga menyadari bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk ikut mencintai bumi yang menjadi tempat tinggal mereka,” ucapnya. (*)
![]()

