KUTAI TIMUR – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kutim terus memaksimalkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait pentingnya perlindungan terhadap anak.
Hal tersebut nampak dalam sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan
yang dilaksanakan di TK. Miftahul Jannah, Gang Musholla, Teluk Lingga, Sangatta Utara, Senin (13/03/2023).
Dalam kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu sehari tersebut, para guru yang tergabung dalam Gugus Mawar (salah satu gugus dari 11 gugus yang ada di Kecamatan Sangatta Utara) dibekali dengan materi perlindungan anak dan yang kedua adalah tugas dan bekal bagi guru dalam mengajar sesuai dengan hak anak.
“Pesertanya adalah guru dari 11 lembaga yang tergabung dalam Gugus Mawar. Tujuannya adalah agar guru dapat lebih memahami terkait hak anak dalam melaksanakan metode pembelajaran, sehingga tumbuh kembang anak dapat semakin optimal,” ujar anggota bidang organisasi LPAI Kutim, Diyah Hayatiningsih, saat dikonfirmasi disela kegiatan, Senin (13/03/2023).
Menurut Diyah, pemberian edukasi dan pemahaman terkait perlindungan anak diperlukan semenjak dini, bahkan menurutnya perhatian dan edukasi lebih terkait perlindungan anak harus diberikan mulai dari level terkecil. Dengan tujuan adalah meminimalisir kemungkinan pelanggaran terhadap hak anak dan juga bullying.
Diyah juga menyampaikan bahwa LPAI Kutim mulai sebelum dan setelah dilantik terus fokus pada track yang dimiliki yakni perlindungan anak. Dirinya juga menegaskan bahwa LPAI akan terus konsisten dalam hal perlindungan terhadap anak dan secara kontinue akan terus melakukan edukasi dan memberikan pemahaman ke seluruh Kutai Timur.
“LPAI Kutim mempunyai program untuk perlindungan anak se Kutim. Bertahap kami akan sasar seluruh Kutim. Dampaknya adalah untuk perubahan, perlindungan terhadap anak semua tahu, karena itu kewajiban. Namun kurangnya edukasi dan pengetahuan membuat hal tersebut perlu ditingkatkan, sehingga bisa diimplementasikan secara maksimal. Dengan dasar yang benar dan kebiasaan baik insyaallah angka bullying juga akan menurun,” jelasnya. (Q)
![]()

