KUTAI TIMUR – Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, meminta agar Polres Kutim rutin dan secara simultan meningkatkan kompetensi, kemampuan, serta meningkatkan kapabilitas personel untuk memberikan pelayanan terbaik.

Kapolda juga menegaskan bahwa hal tersebut sangat perlu dilakukan dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta menjamin ketentraman masyarakat, serta untuk menangkal mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang berpotensi meresahkan masyarakat.

Hal tersebut diutarakan dalam sambutannya saat berkunjung ke Mapolres Kutim sekaligus meresmikan gedung koperasi dan peletakan batu pertama Gedung Pelayanan Terpadu Satu Atap yang berada di kawasan Polres Kutai Timur, Selasa (07/03/2023).

“Optimalkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Maksimalkan peningkatan kompetensi, kemampuan, serta meningkatkan kapabilitas personel dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban dan tegaknya hukum serta menjamin ketentraman masyarakat,” tegasnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kasmidi Bulang, rombongan PJU Polda, Polres Kutim, serta dinas terkait tersebut, Kapolda juga berharap Polres Kutim dapat menjaga dan mengoptimalkan aset yang telah dihibahkan oleh pemerintah daerah dan dioptimalkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jaga dan optimalkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan optimal,” imbuhnya.

Memberikan sambutan sebelumnya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman  menyampaikan bahwa pembangunan gedung koperasi Polres Kutim merupakan hasil kerjasama antara Polres dan Pemkab. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan perkoperasian yang wajib dilakukan oleh pemerintah sesuai arahan presiden terkait koperasi dan UMKM.

Penguatan pemberdayaan koperasi dan umkm, imbuhnya, juga tengah dilakukan saat ini oleh pemerintah daerah dengan mendukung upaya pemerintah pusat memaksimalkan pemanfaatan produk umkm sebanyak 40%. Pemerintah daerah juga mendorong modernisasi koperasi.

“Koperasi di Kutim juga semakin maju, di setiap perkebunan sawit harus ada koperasi. Dinas Koperasi juga melakukan berbagai pelatihan di tahun 2023, ada 30 angkatan,” terangnya.

Selain itu, Ardiansyah juga menginformasikan bahwa UMKM dan koperasi Kutim sudah masuk ke pasar global 4 tahun ini, mulai dari produk lidi sawit, amplang, pisang kepok serta produk turunannya.

“Produk tersebut pada 2021 lalu dikirim ke India dan Pakistan. Amplang khas kaltim 2021 ke taiwan dan pisang kepok yg diproduksi warga pada 2022 kemaren diekspor ke Malaysia, Singapura, Yunani dan Taiwan. Koperasi di Kutim tepatnya di Kaubun sudah menjadi eksportir. Kami terus memberi dorongan kepada koperasi untuk berkembang,” tutupnya.(Ty/Q)

Loading