KUTAI TIMUR – Ketua KONI Kutim, Heriansyah Masdar, meminta agar Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) VII Berau meninjau kembali usulan terkait penetapan 45 Cabang Olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam event tersebut.
Keputusan tersebut menurutnya tidak sesuai dengan kesepakatan bersama dalam Raker KONI pada 22 Februari lalu dimana Berau telah menyatakan siap mempertandingkan 63 cabor.
Lebih lanjut, Heriansyah juga mempertanyakan terkait dasar dan juga skala prioritas pemangkasan cabor yang dilakukan, karena untuk melangkah ke hal itu harusnya ditentukan berdasarkan cabang olahraga yang dipertandingkan di PON serta cabor yang masuk kedalam Design Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Pelaksanaan Porprov itu sendiri tujuannya adalah melahirkan atlet terbaik. Artinya Provinsi melalui event Porprov dapat melahirkan atlet terbaik untuk untuk dipertandingkan di PON. Cabor yang dimainkan di PON jelas esensinya adalah memunculkan atlet kompeten di event nasional tersebut, untuk kemudian dipersiapkan mengikuti event seperti Sea Games ataupun event internasional lainnya. Oleh karena itu saya secara pribadi mengatakan bahwa ada kekeliruan dalam pemahaman terkait peraturan pelaksanaan dan pemahaman tentang DBON” paparnya, Senin (18/07/2022).
Heriansyah juga menyayangkan apabila keputusan tersebut diambil hanya untuk kepentingan dari tuan rumah penyelenggara selaku PB, mengingat dengan keputusan sepihak tersebut banyak kabupaten/kota lainnya yang juga terdampak.
Dirinya juga meminta agar secepatnya ada kepastian final melalui Rakor sebelum di plenokan oleh KONI Kaltim terkait masalah ini. Tahapan Porprov yang sampai saat ini belum jelas tentu sangat menyulitkan kabupaten/kota lainnya sebagai peserta dalam melakukan persiapan.
“Hampir setiap daerah yang menjadi tuan rumah dalam kegiatan pasti ada kepentingan, namun mestinya kepentingan itu jangan sampai menghilangkan esensi dari tujuan pelaksanaan dan menabrak aturan dari tahapan yang telah ditentukan dalam peraturan pelaksanaan Porprov. Semoga hal ini dapat menjadi perhatian dan pertimbangan penentu kebijakan dalam hal ini KONI Kaltim,” tutupnya.(Q)
![]()

