KUTAI TIMUR – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (BAWASLU) menangani pencegahan pelanggaran pemilu pada dua dunia, yakni dunia maya dan dunia nyata. Hal ini berkaitan erat dengan pengawasan partisipatif oleh semua lini di masyarakat untuk menghadirkan pemilu yang jujur dan adil.
Diterangkan Kordiv Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Siti Akhlis Muafin, jika ada dugaan pelanggaran di dunia maya maka dapat ditarik perihal tersebut ke dunia nyata untuk ditindaklanjuti atau di proses.
Untuk itulah berkaitan dengan hal tersebut, dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Kutai Timur pada Rabu (22/6/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kutim Andi Ahmad Mappasiling, Ketua Stiper Kutim Prof DR Ir Juraemi M.Si, Kordiv Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Muhammad Idris, serta perwakilan pihak Stiper maupun staf Bawaslu Kutim.
“Hal ini dapat menjadi salah-satu bentuk pencegahan pelanggaran yang maksimal dan melibatkan civitas akademika. Adapun tindak lanjut pasca kegiatan MoU, seperti kesediaan dari Bawaslu untuk hadir mensosialisasikan dan bekerjasama terkait pengawasan partisipatif,” ujarnya.
Ditambahkan Ketua Bawaslu Kutim, Andi Mappasiling, Bawaslu Kutim dengan hanya 5 orang komisioner dengan jumlah staf sebanyak 20 orang. Dalam event Pemilu dan Pemilukada tentu tidak dapat mengawasi semuanya, untuk itulah dibutuhkan pengawasan partisipatif yang melibatkan banyak pihak.
“Dan berkaca dari kegiatan terdahulu, mahasiswa-mahasiswi adalah yang militan untuk melakukan pengawasan. Kami sangat-sangat terbantu, maka kita ingin membangun sinergisitas dengan akademisi,” ujarnya.
Ketua Stiper Kutim, Prof DR Ir Juraemi, sendiri menyambut baik upaya kerjasama dengan pihak Bawaslu Kutim. Jika diperlukan, bahkan pihaknya menyediakan kesempatan melakukan sosialiasi pada saat KKN dan penerimaan mahasiswa baru.
“Dengan memberikan wawasan-wawasan kepada mereka yang termasuk pemilih pemula. Baik pada saat ketika pembekalan KKN dan penerimaan mahasiswa-mahasiswi baru sekitar bulan September. Hal itu dapat dikerjasamakan,” jelas Ketua Stiper. (Eqy/Ron)
![]()

