KUTAI TIMUR – Plh Danramil 0909-03/Muara Wahau, Kapten Inf Sajani, menegaskan bahwa momentum Harganas harus digunakan sebagai ajang sosialisasi dan optimalisasi fungsi keluarga di Indonesia.

Harganas, menurutnya merupakan perwujudan pentingnya arti keluarga terhadap upaya memperkuat ketahanan nasional. Sebagai institusi terkecil dalam masyarakat, keluarga menjadi pondasi penting awal pembangunan karakter bangsa.

Oleh karena itu, lanjutnya, Babinsa di tiap desa binaan juga diinstruksikan untuk terus melakukan pendampingan terkait kegiatan tersebut.

“Harganas ini menjadi momentum mengajak masyarakat untuk entaskan stunting di seluruh wilayah Indonesia,” ungkapnya, Rabu (15/06/2022).

Dikonfirmasi sebelumnya, Babinsa Koramil 0909-03 Muara Wahau, Serka Hatianto menjelaskan bahwa dalam kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Telen tersebut, juga dilaksanakan sosialisasi dan optimalisasi delapan fungsi keluarga, yakni: agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan untuk mewujudkan keluarga yang berketahanan.

Selain itu, dirinya juga menerangkan, momentum Harganas menjadi ajang sosialisasi kepada keluarga untuk membantu percepatan penurunan stunting. Diketahui, saat ini angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen (SSGBI 2021).

“Dalam kegiatan yang dihadiri Kepala UPT Puskesmas Telen, Bapak Kiswanto, dan juga perwakilan dari instansi terkait ini juga dilaksanakan KB gratis untuk masyarakat setempat. Baik berupa KB implan, suntik, maupun pil. Selain itu juga dilaksanakan vaksinasi,” tutupnya.

Loading