JAKARTA — PT Patra Drilling Contractor (PDC) mencatatkan prestasi gemilang dalam penerapan sistem Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE). Anak perusahaan Pertamina ini sukses membukukan 48.207.819 jam kerja aman tanpa kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan waktu kerja (Lost Time Injury/LTI) secara kumulatif sejak 18 Mei 2018 hingga September 2026.
Capaian impresif ini melibatkan kontribusi nyata dari 2.069 pekerja di berbagai lini bisnis PDC (di luar bisnis Outsourcing Management).
Sebagai langkah memperkuat capaian tersebut, PDC meluncurkan dan mengintegrasikan program Salam Lima Jari 2026 ke dalam satu kerangka kerja pengelolaan HSSE System. Program ini bertumpu pada lima pilar utama:
– Management Commitment (Penguatan Kepemimpinan Keselamatan)
– Occupational Health Excellence (Kesehatan Pekerja)
– Strengthening Safety Barrier (Pengendalian Risiko Operasional)
– Enhancing the Security Management System (Keamanan Operasional)
– Green Operations (Pengelolaan Lingkungan & Operasi Ramah Lingkungan)

HSSE Manager PDC, Bagus Uji Widihartono, menegaskan bahwa pencapaian puluhan juta jam kerja aman ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap keselamatan jiwa para pekerja.
“Bagi kami, 48 juta jam kerja aman bukan sekadar pencapaian angka. Di balik setiap jam kerja tersebut ada pekerja yang harus kita lindungi demi keluarga dan orang-orang yang menantikan kepulangannya. Karena itu, kami terus mendorong setiap pekerja untuk peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun rekan kerjanya, termasuk berani menghentikan pekerjaan ketika menemukan kondisi yang tidak aman sesuai dengan HSSE Golden Rules Pertamina,” tegas Bagus.
Wewenang Penuh Stop Work Authority (SWA)
Salah satu terobosan penting dalam pilar Strengthening Safety Barrier adalah penerapan Stop Work Authority (SWA). Melalui kebijakan ini, Direktur Utama PT PDC memberikan hak dan kewenangan penuh kepada seluruh jajaran pekerja—termasuk tenaga kontrak dan mitra kerja—untuk menghentikan proses pekerjaan tanpa memandang tingkatan jabatan jika menemukan potensi bahaya di lapangan.
Melalui mekanisme SWA, setiap potensi risiko dapat dihentikan dan dievaluasi terlebih dahulu hingga kondisi dipastikan benar-benar aman sebelum aktivitas kerja kembali dilanjutkan. Langkah ini diperkuat dengan observasi HSSE individu, pengelolaan insiden, serta pengawasan operasional yang ketat.
Implementasi Salam Lima Jari juga menyasar aspek keberlanjutan. Melalui pilar Green Operation, PT PDC secara konsisten mendorong efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta pengelolaan limbah dan air secara efisien di area kerja.
Bagi PDC, budaya HSSE yang proaktif dan terukur merupakan komitmen jangka panjang untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) dan pelanggan. Satu tujuan utama yang mendasari seluruh inisiatif ini adalah memastikan setiap insan pekerja dapat berangkat dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat.(rls/mn)
![]()

