SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda bersama organisasi profesi kesehatan resmi memperluas jangkauan intervensi stunting melalui dua gerakan terpadu, GARASI ANAK (Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak) dan GASAKKAN (Gerakan Sayang Kekanakan). Program yang didanai secara mandiri non-APBD ini menargetkan 89 Posyandu di delapan kelurahan lokus stunting sepanjang September hingga Desember 2026.
Integrasi program ini dirancang untuk mendongkrak angka kunjungan masyarakat ke Posyandu, sekaligus memberikan edukasi kesehatan gigi, penguatan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak. Sasaran program mencakup 2.790 balita dan 154 ibu hamil di delapan wilayah fokus, yakni Kelurahan Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi.
Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Samarinda, Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun, menegaskan bahwa benteng utama dalam menekan risiko stunting berawal dari pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga melalui kebiasaan sehat sejak awal kehidupan,” kata Rinda usai meninjau pelaksanaan kegiatan di salah satu Posyandu di Samarinda, Sabtu (26/9/2026).
Gerakan ini juga menjadi tindak lanjut nyata dari Surat Edaran Wali Kota Samarinda Nomor 400.7/1855/100.19 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting. Uniknya, pembiayaan seluruh rangkaian program ini sepenuhnya bersumber dari anggaran kas Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda tanpa membebani APBD daerah.
Dalam pelaksanaannya, PDGI fokus melatih kader dan mengedukasi masyarakat terkait kesehatan mulut. Ketua PDGI Cabang Samarinda, drg. Erwin Indra Kusuma, menjelaskan bahwa GARASI ANAK menghadirkan pelayanan deteksi dini serta praktik menyikat gigi bersama antara ibu dan anak.
Sementara itu, IBI mengambil peran dalam perawatan ibu dan bayi. Ketua PC IBI Kota Samarinda, Dr. Bdn. Nursari Abdul Syukur, memaparkan bahwa pilar GASAKKAN memberikan layanan edukasi ASI eksklusif, kesehatan reproduksi, hingga fasilitas relaksasi berupa pijat gratis bagi bayi dan pijat punggung bagi ibu hamil.
Rangkaian program ini telah dimulai sejak Kick Off pada 9 September 2026 di Posyandu Berkat Doa Ibu, Kelurahan Loa Buah, dan akan terus berjalan secara berkala mengikuti jadwal Posyandu setempat.
Dengan keterlibatan lintas sektor mulai dari Dinas Kesehatan, DPPKB, Puskesmas, kader PKK, hingga dunia usaha, program ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu membentuk konsistensi kebiasaan sehat di tingkat keluarga secara berkelanjutan.(ja/mn)
![]()

