SAMARINDA — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Samarinda mengajak anak-anak di Kota Samarinda belajar mengelola limbah kertas menjadi produk kreatif dan bernilai guna melalui program Pendikresa Goes to School – Edukasi Recycle Paper.
Program yang berlangsung bertahap sejak 10 September hingga 25 Oktober 2026 itu menyasar siswa, guru, orang tua, dan komunitas di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pendikresa (Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak) yang dikembangkan Pertamina untuk memperluas edukasi lingkungan sejak usia dini.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan edukasi lingkungan perlu dikenalkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
”Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lakukan. Melalui Pendikresa Goes to School, kami ingin memperkenalkan bahwa kertas bekas tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan proses yang tepat, limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Edi.
Pendikresa Goes to School merupakan pengembangan inovasi The Recycle Room yang membawa pembelajaran pengelolaan sampah langsung ke sekolah dan komunitas dengan konsep belajar sambil praktik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal proses daur ulang limbah kertas, mulai dari pemilahan, pengolahan, pencetakan kertas daur ulang, hingga pembuatan paper clay atau tanah liat berbahan dasar kertas bekas.
Beberapa sekolah dan komunitas yang terlibat antara lain TK Ruhui Rahayu, KB-TK Nasional 3 Bahasa, Samarinda Playdate, SD Zaid bin Tsabit Sungai Kapih, TK Tunas Bengkuring, TK Islam Anak Sholeh, SDN 004 Sambutan, serta komunitas Ibu Profesional (IP) Samkabar.
Menurut Edi, pendekatan interaktif tersebut diharapkan membuat edukasi lingkungan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami anak-anak.
”Harapannya, pengalaman membuat karya dari kertas bekas dapat menjadi pengalaman sederhana yang membekas bagi anak-anak. Dari sana, mereka dapat mulai melihat sampah dengan cara yang berbeda, memilah, menggunakan kembali, dan memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan kecil di rumah maupun di sekolah,” katanya.
Selain memberikan manfaat edukasi, program tersebut juga membuka peluang pengembangan ekonomi bagi para relawan yang terlibat. Produk hasil daur ulang yang dikembangkan relawan dapat diperkenalkan dan dipasarkan kepada peserta maupun orang tua sebagai bagian dari penguatan kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Peserta juga berkesempatan membawa pulang hasil karya yang dibuat selama kegiatan sebagai sarana melanjutkan praktik pengelolaan sampah di lingkungan keluarga.
Melalui Pendikresa Goes to School, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap kolaborasi bersama sekolah, komunitas, dan relawan dapat menumbuhkan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu melihat nilai dan potensi dari limbah yang ada di sekitarnya.(*/mn)
![]()

