MUARA TEWEH — Mentari fajar baru saja merayap naik pada Minggu (1/11/2026). Suasana sudut-sudut Kota Muara Teweh, Kalimantan Tengah, masih terasa lengang. Aktivitas lalu lintas di jalanan utama tampak sepi, hanya menyisakan segelintir warga yang baru saja melangkah pulang dari masjid usai menunaikan salat Subuh.
Namun, suasana berbeda langsung terasa ketika melangkah ke Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah. Di kawasan ini, nadi kehidupan pagi sudah mulai berdenyut. Sejumlah warga terlihat lalu-lalang, bukan tanpa tujuan, melainkan demi memburu sarapan di sebuah gerai yang namanya sudah sangat melegenda di hati masyarakat setempat: Nasi Kuning Rifqi, atau yang lebih akrab disapa Nasi Kuning Haji Ewe.

Kehadiran gerai ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari wisata kuliner pagi Muara Teweh sejak awal dekade 2010-an.
Kesempatan menikmati sarapan di gerai legendaris ini bermula dari ajakan Haji Teguh, seorang pengusaha lokal yang karib dengan kuliner khas setempat. Di tengah perut yang sudah keroncongan selepas fajar, aroma harum rempah nasi kuning langsung menyambut kedatangan para pengunjung.
Di balik meja penyajian, tampak kesibukan melayani pembeli yang tak pernah surut. Irma, selaku kakak ipar dari Haji Ewe selaku pemilik usaha, menceritakan sekilas perjalanan tempat ia mengais rezeki.
“Kami hanya menjaga saja, menerima pembayaran dari pembeli,” ujar Irma saat ditemui di lokasi, Minggu (1/11/2026). Ia menjelaskan bahwa gerai Nasi Kuning Rifqi biasanya mulai membuka pintu dapur melayani pembeli sejak pukul 04.55 WITA, dibantu 5 karyawannya dan terus melayani hingga seluruh porsi ludes terjual—yang lazimnya sudah habis sebelum waktu Zuhur tiba.

Cita Rasa Halal dengan Harga Merakyat
Bukan sekadar lezat, kualitas dan kebersihan hidangan di tempat ini juga terjamin. Gerai Nasi Kuning Rifqi telah mengantongi sertifikat halal resmi dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) sejak 3 Desember 2025 lalu. Selain itu juga tempat untuk pelanggan menikmati hidangan nasi kuning juga nyaman, ada lesehan, ada juga bangku, maupun gazebo di bagian belakang.
Soal harga, ragam pilihan porsi ditawarkan dengan banderol yang sangat bersahabat. Seporsi nasi kuning polos tanpa lauk dapat dinikmati mulai dari harga Rp10.000. Sementara itu, bagi penikmat lauk pauk kaya rasa, menu dengan tambahan telur dibanderol Rp16.000 per porsi, hingga varian istimewa mulai dari Rp25.000 untuk sajian nasi kuning berlauk ikan haruan (gabus), daging, maupun ayam kampung.

Jujukan Favorit Tamu Luar Daerah
Bagi warga setempat maupun pendatang, Nasi Kuning Haji Ewe bukan sekadar tempat mengganjal perut di pagi hari, melainkan juga ikon jamuan kehormatan. Haji Teguh mengenang bahwa gerai ini mulai mengalami lonjakan popularitas yang masif sejak sekitar tahun 2015, hingga kini menjadi destinasi wajib untuk menyambut tamu-tamu penting dari luar daerah.

“Banyak tamu dari luar daerah yang memilih menikmati nasi kuning di gerai Rifqi ini. Selain rasanya yang khas, tempatnya juga sangat strategis dan memudahkan parkir di badan jalan, di pusat perkantoran tak jauh dari kantor Bupati Barito Utara,” tutur Haji Teguh.

Bagi siapa saja yang berkesempatan singgah atau berkunjung ke Muara Teweh, menyempatkan diri mencicipi sebungkus atau sepiring kehangatan di Nasi Kuning Rifqi / Haji Ewe di Jalan Ahmad Yani RT 17 tentu menjadi pengalaman kuliner pagi yang tak boleh dilewatkan.(mn)
![]()

