SAMARINDA — Kota Tepian bersiap menghadapi lumpuh total! Gelombang demo para pengemudi truk yang tergabung dalam Forum Gabungan Sopir Samarinda (FGSS) tidak lagi bisa terbendung. Hari ini, Senin (24/8/2026), ribuan sopir dijadwalkan turun ke jalan, mengerahkan kekuatan penuh dengan memobilisasi sekurangnya 500 unit truk untuk mengepung Kantor Wali Kota Samarinda.

Aksi masif ini dipicu oleh tidak terimanya pengemudi truk terhadap kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang dinilai sepihak dan mematikan periuk nasi mereka. Berdasarkan surat instruksi resmi FGSS Nomor 19/FGSS/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026 yang ditandatangani Ketua FGSS Achmad Hasan dan Sekjen MH. Isnansyah, kebijakan pembatasan kuota subsidi yang bakal diterapkan mulai 1 September 2026 mendatang adalah ancaman nyata bagi kelangsungan hidup para sopir dan keluarga mereka.

Masyarakat Samarinda, khususnya para pengendara yang hendak beraktivitas hari ini, diimbau untuk menghindari sejumlah ruas jalan protokol. Massa aksi dipastikan bakal mengubah rute perjalanan menjadi lautan truk besar.

Dengan mengambil titik Kumpul Utama di Jalan Ir. H. Nusyirwan Ismail (Ring Road II) mulai pukul 07.30 WITA, dengan perkiraan sekitar 500 unit truk dipastikan turun ke jalan akan konvoi aksi mulai Jalan Ring Road II → Jalan P. Suryanata → Jalan Kadrie Oening → Fly Over Air Hitam → Jalan Letjen Suprapto → Simpang Voorvo → Jalan Dr. Soetomo → Jalan Pahlawan → Jalan Kesuma Bangsa → Kantor Wali Kota Samarinda.

“Ancaman Nyata Dapur Kami!”
FGSS menilai pembatasan kuota subsidi BBM dan operasional yang digulirkan Dishub Samarinda tidak berpihak kepada rakyat kecil. Di tengah himpitan ekonomi yang kian menekan, kebijakan tersebut dinilai justru mematikan roda pencaharian para sopir truk yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik kota.

Dengan membawa kendaraan operasional masing-masing, para sopir menuntut Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mencabut atau merevisi kebijakan kontroversial tersebut sebelum gelombang kemarahan yang lebih besar pecah di jalanan Kota Tepian.

Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan parah di sepanjang rute konvoi aksi demonstrasi hari ini.(mn)

Loading