Catatan Rizal Effendi

TANGGAL 1 Mei lalu saya ke Samarinda. Langsung meluncur ke Plenary Hall, Samarinda Convention Center, Sempaja. Saya mau nonton stand-up Panji Pragiwaksono Wongsoyudo. Saya kaget. Gedung yang mampu menampung lebih 3000 penonton dan dibangun dengan biaya Rp256 miliar pada tahun 2012 itu tampak sepi. Lho kok ngga ada orang? Apa panitianya menipu?

Saya baru tahu kalau show Panji diundur ke tanggal 13 Juni. Sabtu malam Minggu ini. Wah konsentrasi saya jadi terbagi. Sebab di waktu yang sama, di kompleks yang sama (Gelora Kadrie Oening), tengah digelar juga acara tahunan Wartawan Legend Bedapatan (WLB) yang ke-4.

Menyaksikan pertunjukan Pandji tentu sangat menarik. Tapi menghadiri acara WLB 4 juga sangat penting. Saya harus mengatur waktu agar kedua agenda menarik itu bisa saya hadiri. Apakah separuh jalan di acara Pandji lalu saya bergeser ke acara WLB atau sebaliknya.

Pertunjukan komedi Pandji belakangan ini sangat sensasional. Show terakhirnya yang sangat sukses dan heboh ketika dia menggelar stand-up comedy yang bertajuk “Mens Rea,” baik yang tayang di Netflix maupun di panggung terbuka Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Gara-gara Mens Rea itu, Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik, penghasutan dan penodaan agama. Dahsyat tuduhannya dan ngeri hukumannya. Tapi sejumlah pengamat membela dan menilai pertunjukan komedi Pandji sebagai sarana literasi politik dan membangun kesadaran politik.

Sebelumnya Pandji juga sempat terkena sanksi adat masyarakat Toraja terkait materi stand-up comedy “Mesakke Bangsaku.” Materi itu dinilai perwakilan masyarakat Toraja menyinggung adat serta martabat budaya Toraja.

Proses peradilan adat digelar di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, Sulsel 10 Februari 2026 lalu. Dia didenda harus menyerahkan hewan ternak berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam.

Aksi panggung Pandji saat ini memang sangat ditunggu-tunggu di Tanah Air. Dia berani menyuarakan berbagai kritik tajam yang dialamatkan ke Pemerintah dan aparat dengan kemasan komedi. Lucu, satir dan juga “menyakitkan” buat tokoh yang ditembaknya.

Pandji lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Anak istrinya sekarang tinggal di Amerika. Dia lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB jurusan desain. Entah kenapa jalan kariernya malah di luar jalur desain. Di awal 2000-an dia menjadi penyiar radio Hard Rock FM Bandung lalu hijrah ke Jakarta. Dari penyiar jadi pembawa acara atau presenter. Kemudian jadi penyanyi rap, penulis dan pemeran film.

Pada tahun 2010 dia memulai karier barunya sebagai pelawak tunggal atau stand-up comedy. Dia manggung tidak saja di Tanah Air, tetapi juga “berani” berkelana di negerinya Donald Trump. Dan sukses. Sudah banyak aksi panggung dia lakukan. Dia berhasil menggiring ribuan penonton untuk menyaksikan pertunjukkan komedinya. Terobosan baru dan unik.

Pandji bersama Raditya Dika menjadi pencetus lahirnya gagasan kompetisi Stand-Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV. Berkat SUCI, stand-up berkembang di mana-mana dan banyak lahir komika baru dari berbagai daerah.

Selain berkarier di dunia hiburan, Pandji juga berkecimpung di bidang kemanusiaan. Bersama teman-temannya dia menggagas pembentukan sebuah komunitas kepedulian untuk anak penderita kanker yang diberi nama Community for Children with Cancer (C3) pada 2006. Tahun berikutnya, mereka resmi mendirikan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

AKAN ROASTING GUBERNUR

Pandji melalui video yang beredar di media sosial menyatakan sudah siap tampil di Samarinda. “Halo, ini Pandji Pragiwaksono, kita akan bertemu di Samarinda dalam ‘Kaltim Paradoks.’ Gua akan stand-up di situ,” katanya memberitahu.

Dia mengatakan, mata Indonesia saat ini sedang mengarah ke Kaltim khususnya kepada Gubernur Rudy Mas’ud. “Gua akan ngomongin tentu Yang Mulia Rudy Mas’ud, kemudian gua juga akan omongin politik Indonesia,” katanya sambil tersenyum.

Pandji janji akan membuat penonton Kaltim khususnya Samarinda tertawa. “Gua akan membuat lu melepaskan stres, kepenatan, dan lepas dari frustrasi dengan kondisi yang ada. Dijamin aman karena ada Gamayel, polisi di panggung,” katanya agak bercanda.

Gamayel adalah komika dari Polresta Balikpapan yang pernah menjadi juara ketiga dalam ajang pencarian bakat Stand-Up Comdey Indonesia (SUCI) 6. Dia juga ikut membintangi salah satu film terlaris di Indonesia yang berjudul “Agak Laen.”

Penampilan stand-up comedy Gamayel dari Polresta Balikpapan.

Nanti, sebelum Pandji naik ke atas panggung, Gamayel akan tampil sebagai pembuka. Komika berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka) ini biasanya suka memelesetkan beberapa tugas kepolisian agar polisi sadar dia disorot masyarakat.

Sementara itu, Sudarno, anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim Bidang Komunikasi menyambut baik pertunjukan stand-up comedy Pandji di Samarinda, yang nantinya banyak menyorot kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud. Bisa jadi dia akan menyinggung soal mobil dinas Rp8,5 M, dinasti politik, Hak Angket, kursi pijat sampai soal laundry pakaian dalam atas biasa APBD.

“Selamat datang Kang Pandji. Aku termasuk penggemarmu. Silahkan kritisi apa yang terjadi di Kaltim. Supaya kami sebagai orang Kaltim bisa berbenah diri, kemudian bisa mengubah sesuatu yang tidak berkenan di mata publik Indonesia maupun publik Kaltim,” kata Sudarno sangat pede.

Sudarno tertawa bersama Gubernur Rudy Mas’ud yang siap di-roasting Pandji.

Dia juga mengajak warga Kaltim untuk membawa keluarga menonton Pandji. “Untuk teman-teman yang berminat menonton, silahkan hadir di Plenary Hall, tanggal 13 Juni, malam minggu jam 8 malam. Bawa keluarga terdekat, aku juga nonton. Aku sudah pesan tiket bersama anak istriku, supaya ada pencerahan,” katanya.

Arena Plenary Hall Samarinda yang megah, tempat pertunjukan Pandji Sabtu malam (13/6/2026) nanti.

Sudarno berharap Pandji tetap kritis kepada pemerintah, terutama pemerintah yang tidak pro dengan rakyat dan dengan publik. “Aku sangat setuju dan tidak boleh mulut kita dibungkam atas kebenaran yang kita yakini. Selamat datang di bumi Kaltim Kang Pandji, dan aku sedang meng-endorse Gubernur Kaltim Pak Rudy Mas’ud. Mudah-mudahan beliau bisa hadir dan berkenan untuk Kang Pandji roasting,” katanya.

Dalam dunia komedi, roasting adalah tindakan melontarkan lelucon, ejekan atau sindiran kepada seseorang, biasanya tokoh publik, yang atas tindakan dan kebijakannya menjadi sorotan masyarakat atau publik.

“Sekali lagi selamat datang di bumi Kaltim Kang Pandji. Sekali minum air Mahakam, akan terus kembali ke bumi Kaltim,” kata Sudarno mengutip pribahasa orang Samarinda.

Tadi malam saya bermimpi tentang kedatangan Kang Pandji di Samarinda. Turun dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto dia disambut mobil Ranger Putih. “Selamat datang Kang Pandji. Sengaja kita siapkan mobil Ranger putih untuk menjaga mensrea, eh marwahnya Kang Pandji selama di Kaltim,” kata sang sopir sambil tersenyum. Pandji agak kaget. Belum sempat menjawab, saya keburu terbangun. Jadi mimpinya ya sampai di situ saja. Selamat menonton Pandji. Jangan lupa jalan-jalan ke Kampung Panji Tenggarong, Kang Pandji.(*)

Loading