KUTAI TIMUR – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur menetapkan kriteria baru dalam penentuan prioritas pembangunan infrastruktur perdesaan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Proyek infrastruktur di wilayah desa hanya akan mendapat alokasi anggaran apabila memiliki nilai ekonomis yang terukur, khususnya yang menunjang distribusi dan mobilisasi barang.

Kebijakan itu merupakan konsekuensi langsung dari tema RKPD 2027 yang ditetapkan, yakni ‘Transformasi Ekonomi Berkelanjutan melalui Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing’.

“Kalau dari wilayah desa itu kita bangun infrastruktur, tapi di situ masih tidak mempunyai nilai ekonomis, ya sementara ditunda dulu,” kata Kepala Bappeda Kutim Januar Bayu Irawan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (20/04/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menekan kesenjangan harga di kecamatan-kecamatan yang sulit dijangkau. Disinyalir, buruknya akses distribusi selama ini menjadi akar masalah mahalnya harga barang di pedalaman Kutai Timur dibanding di pusat kabupaten.

“Supaya mobilisasi barang bisa merata. Ke depan pembangunan tidak terfokus di kota, tapi menjangkau wilayah yang memang mempunyai nilai ekonomis distribusi barang,” jelasnya.

Untuk memastikan seluruh program dapat terealisasi, Bappeda merancang RKPD 2027 menggunakan angka pendapatan riil yang bersumber langsung dari OPD Teknis terkait. Langkah itu diambil sebagai respons atas pengalaman tahun berjalan, ketika realisasi program terhambat oleh ketidaksesuaian proyeksi transfer dana pusat ke daerah.

“Kita mengalokasikan program berdasarkan angka yang disampaikan oleh OPD Teknis terkait, tidak melebihi dari kondisi yang ada. Harapannya angka itu bisa terserap dan ekonomi di bawah berputar,” kata Januar.

Bappeda juga akan memperketat fungsi evaluasi terhadap Renja dan Renstra seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan tidak ada program yang keluar dari koridor tema RKPD.

“Tugas Bappeda nanti akan mengevaluasi itu supaya tetap di koridor yang ada sesuai tema,” ujarnya. (Q).

Loading