TELUK PANDAN – Selasa malam (7/4/2026) seharusnya menjadi waktu bagi Bambang Sutejo (63) dan keluarganya untuk mengais rezeki di pasar malam. Namun, garis takdir berkata lain. Saat mereka sedang sibuk menyiapkan dagangan, api dengan rakus melahap satu-satunya tempat mereka berteduh di Jalan Poros Bontang-Sangatta, RT 01 Desa Teluk Pandan, Kutai Timur.

Rumah mungil berukuran 4×6 meter itu bukanlah bangunan megah. Dindingnya hanya dari triplek dan kayu, beratap seng serta terpal, dan beralaskan tanah. Di atas tanah milik almarhum Andi Mapasereng itulah, Bambang merajut mimpi bersama istri dan anaknya. Namun, dalam sekejap, bangunan non-permanen itu rata dengan tanah, tak bersisa.

Kejadian bermula sekitar pukul 19.00 WITA. Anak Bambang, Muhammad David Oktovian, sempat pulang sebentar untuk menyalakan lampu teras depan rumah. Setelah memastikan lampu menyala, ia beranjak menuju warung di dekat Telaga Bening yang tak jauh dari rumahnya.

Nahas, hanya berselang 30 menit, kabar pahit itu datang. Rumahnya dikabarkan telah terbakar hebat. Api yang berasal dari bahan-bahan mudah terbakar seperti triplek dan terpal membuat jago merah sulit dijinakkan. Saat mobil pemadam kebakaran Kecamatan Teluk Pandan tiba di lokasi, api sudah melahap habis seluruh isi rumah. Petugas hanya bisa melakukan pendinginan agar sisa-sisa bara tidak merembet ke titik lain.

Harta yang Tak Terganti
Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta. Namun, bagi keluarga Bambang, kehilangan yang dirasakan jauh melampaui angka tersebut. Sebuah sepeda motor Honda Vario yang menjadi alat transportasi keluarga hangus terpanggang.

Motor milik korban yang hangus terbakar.(foto: Polsek teluk pandan)

Yang paling menyayat hati adalah ikut terbakarnya dokumen-dokumen penting yang menjadi bukti sejarah hidup sang anak. Ijazah SD dan akte kelahiran atas nama Muhammad David Oktovian kini hanya menjadi abu. Begitu pula dengan sejumlah surat kendaraan (BPKB dan STNK) yang selama ini dijaga rapi, hilang dalam satu malam.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Teluk Pandan, Ipda Joko Feriyanto Susilo, S.H., M.H., mengungkapkan kepolisian segera mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan petugas PLN untuk memutus arus kabel yang ikut terbakar guna menghindari bahaya susulan.

“Kami langsung melakukan pendataan terhadap saksi-saksi dan pemilik bangunan. Fokus kami adalah memastikan keamanan di lokasi dan memberikan dukungan awal bagi para korban yang tengah mengalami musibah ini,” ujar Ipda Joko Feriyanto yang saat itu didampingi Bripka Puryoso, langsung turun ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.

Malam itu, Teluk Pandan menjadi saksi bisu betapa cepatnya nasib berubah. Bambang Sutejo kini hanya bisa menatap puing-puing kayu yang masih mengeluarkan asap, memikirkan bagaimana esok hari mereka harus memulai semuanya kembali dari titik nol, di atas lantai tanah yang kini menghitam.(mn)

Loading