KUTAI TIMUR – Kepala UPT Pasar Induk Sangatta Utara, Bohari, mengusulkan pemanfaatan videotron yang terpasang di lingkungan pasar untuk menayangkan daftar harga komoditas serta berbagai kegiatan positif yang berlangsung di Pasar Induk. Gagasan ini, menurutnya, telah disampaikan secara langsung dan mendapat respons positif dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur.
“Saya sudah konfirmasi ke pihak Kominfo. Harapan kami daftar harga bisa ditampilkan di videotron, juga kegiatan-kegiatan pasar yang sifatnya positif. Pak Ronny (Kadis Kominfo) sudah merespons dan menyampaikan ‘silakan saja’, tinggal kami ajukan format dan video seperti apa,” kata Bohari saat dikonfirmasi melalui via telfon aplikasi WhatsApp, pada Kamis (24 Juli 2025).
Bohari menekankan tak hanya informasi harga, begitu juga ketersediaan barang pokok penting (bapokting) yang terupdate setiap hari akan membantu masyarakat mendapatkan informasi awal sebelum berbelanja.
“Misalnya begitu pengunjung masuk ke lingkungan pasar, sudah langsung tahu harga cabai berapa, harga ikan berapa. Ini sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyebut, tujuan utama dari gagasan ini adalah untuk memberikan transparansi terhadap fluktuasi harga yang kerap menjadi isu di masyarakat.
“Karena banyak yang bilang Pasar Induk itu mahal, ada juga yang bilang murah. Nah, informasi seperti ini yang ingin kami perjelas dan sampaikan ke publik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bohari mengatakan bahwa sebenarnya gagasan ini sudah lama muncul. Bahkan sebelum kepala dinas yang sekarang menjabat, sempat direncanakan dibuatkan semacam mini videotron digital untuk menampilkan harga-harga.
“Tapi karena videotron yang sekarang cukup besar, kami ingin manfaatkan itu. Tentu harus koordinasi dengan dinas terkait karena mereka juga punya tim pemantau harga,” tambahnya.
Kepala Dinas Kominfo Kutai Timur, Ronny Bonar, membenarkan bahwa pihaknya terbuka terhadap pengajuan penggunaan videotron, selama konten yang ditampilkan bersifat positif dan informatif.
“Asal bersurat dan kontennya dalam batas-batas positif, tidak ada masalah. Selama tujuannya untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” kata Ronny dalam wawancara terpisahnya di depan Ruang Meranti pada hari yang sama.
Ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada usulan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim terkait pemanfaatan videotron untuk kebutuhan pasar.
“Belum ada satu pun usulan. Saya justru kaget ketika ditanya ini. Tapi kalau memang dibutuhkan, monggo, kami terbuka. Tinggal bersurat dan sampaikan kontennya,” tambahnya.
Ronny juga menegaskan bahwa videotron adalah sarana publikasi pemerintah yang bisa digunakan siapa pun tanpa dipungut biaya.
“Pelayanan publik. Tidak ada biaya apapun. Asal kontennya edukatif dan informatif. Misalnya data harga, kegiatan pasar, atau bahkan sidak dari kepala daerah, itu semua bisa ditayangkan. Tapi kami hanya menayangkan, kontennya harus disiapkan oleh pemohon,” jelasnya.
Ia menyebut, videotron yang berada di bawah kewenangan Diskominfo bisa dikenali dari tiang berwarna biru, seperti yang berada di Pasar Induk, Patung Singa, Koramil, Dinas Pendidikan, Folder Ilham Maulana dan beberapa titik lainnya.
“Kalau ada gagasan atau konten yang mau ditampilkan, bisa diajukan ke kami melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (Kabid IKP), Bu Lisa,” pungkasnya. (RH)
![]()

